Path: TopSupplementary FileSKRIPSIPENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (PBSI)2010

ANALISIS EKSTERNAL WACANA PADA IKLAN KOSMETIK DI TELEVISI

Undergraduate Theses from JHPTUMP / 2016-11-21 05:33:17
Oleh : Elis Kristiyanti, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (digilib@ump.ac.id)
Dibuat : 2012-08-29, dengan 3 file

Keyword : Analisis; Wacana; Iklan; Kosmetik
Subjek : Analisis; Wacana; Iklan

ABSTRAK



Penelitian ini berjudul Analisis Eksternal Wacana pada Iklan Kosmetik di Televisi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implikatur, presuposisi, referensi, inferensi, dan konteks wacana pada iklan kosmetik di televisi.


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan pada iklan kosmetik yang muncul di televis yang mengandung unsur eksternal wancana berjumlah 16 tuturan, yaitu : (1) Ponds Flawless White, (2) Olay, (3) Citra Hazelin Lightening White, (4) Ponds Age Miracle, (5) Ponds White Beauty, (6) Pixy, (7) Ovale, (8) Viva Pelembab, (9) Viva Skin Food, (10) Citra Lasting Youth, (11) Nivea, (12) Vaseline, (13) Mirabella, (14) Putri, (15) Makarizo, dan (16) Rudy Hadisuwarno. Sumber data penelitian ini diambil dari iklan kosmetik ditelevisi yang diperoleh dari enam stasiun televisi Indonesia milik swasta, yaitu: (1) RCTI, (2) SCTV, (3) Indonesia, (4) Trans 7, (5) Global, dan (6) Trans TV. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Tahap penyediaan data menggunakan metode simak. Dalam praktiknya penyimakan atau metode simak itu diwujudkan dengan penyadapan penelitian. Kegiatan menyadap itu dapat dipandang sebagai teknik dasarnya dan biasa disebut teknik sadap. Adapun, teknik selanjutnya yaitu teknik simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Tahap analisis data menggunakan metode padan. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik padan referensial dan teknik padan pragmatik. Tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal yaitu perumusan dengan kata-kata biasa walaupun dengan terminologi yang teknis sifatnya.


Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: A. Dari iklan kosmetik dapat diperoleh implikatur yaitu implikatur konvensional pada kalimat (16.a), (18.a), (21.a), (22.a), (23.a), (25.a), (26.a), (27.a), (29.a), dan (30.a). Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan implikatur prcakapan, yaitu pada kalimat (15), (17), (19), (19), (20), (24), (28.a), (21.a), (22.a), (23.a), (25.a), (26.a), (27.a), (29.a), dan (30.a). B. Dari keseluruhan data penelitian pada iklan kosmetik di televisi diperoleh presuposisi dapat disimpulkan bahwa penutur dalam iklan tersebut mempunyai anggapan bahwa masyarakat sebagai konsumen telah mengetahui produk yang ditawarkan. C. Dari iklan kosmetik dapat diperoleh referensi eksofora yaitu pada kalimat (16.c), (17.a), (18.b), (19.a), (23.a), (27.a), (29.a), dan (30.a). Referensi endofora yaitu endofora anafora terdapat pada kalimat (22.b) dan endofora katafora pada kalimat (20.b), (21.a), (24.d), (25.a) (28.f). D. Dari keseluruhan data penelitian iklan kosmetik diperoleh inferensi yang ingin disampaikan oleh penutur, yaitu penawaran kosmetik melalui iklan yang menggunakan media televisi untuk menarik konsumen agar menggunakan produk tersebut. E. konteks wacana pada data penelitian iklan kosmetik diperoleh melalui akronim SPEAKING, yaitu : S: setting and scence (latar dan suasana) iklan kosmetik di televisi (1) perawatan wajah menggunakan tempat olahraga, ruang tata rias, jalan raya, dan toko bunga, (2) perawatan tubuh menggunakan setting di kamar tidur, dan di ruang perawatan, (3) pewarna bibir menggunakan setting di panggung, (4) parfum menggunakan setting di ruang terdakwa, dan (5) perawatan rambut menggunakan setting di ruang kerja dan di jalan. P: participants (peserta tutur) dalam iklan kosmetik di televisi adalah penutur dan pemirsa televisi. E: Ends (hasil atau tanggapan) iklan kosmetik di televisi bertujuan agar pendengar menggunkan produk yang ditawarkan. A: Act sequences (pesan atau amanat) yang terdapat pada iklan kosmetik di televisi merupakan ajakan kepada konsumen untuk selalu menggunakan produk yang diiklankan. K: key (cara, nada, sikap, dan semangat dalam memlakukan percakapan) pada iklan kosmetik di televisi dilakukan dengan santai, seius, dan akrab. I : Instrumentalities (sarana) iklan kosmetik di televisi disampaikan melalui media audio visual, yaitu televisi. N : norms (norma) pada iklan kosmetik di televisi disampaikan dengan cara yang halus dan tidak memaksa. G: Genres (jenis atau bentuk wacana) iklan kosmetik di televisi merupakan bentuk wacana iklan yang bersifat persuasif.

Copyrights : Copyright (c) 2012 by UMP Digital Library.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJHPTUMP
OrganisasiU
Nama Kontakdigilibump
AlamatJln. Raya Dukuhwaluh
KotaBanyumas
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon(0281) 636751, 630463, 634424
Fax(0281) 637239
E-mail Administratordigilib@ump.ac.id
E-mail CKOdigilib@ump.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Drs. H. Kuntoro, M.Hum. dan Dra. Hj. Tutut Tugiati, M.Hum., Editor: umpsubandriyah@yahoo.com@jhptump

Download...