Path: TopSupplementary FileLAPORAN HASIL PENELITIANTAHUN 2007

Analisis Morfologi dan Kadar Logam Pada Crustacea (Cara Mudah Mengenali Crustacea yang Terakumulasi Logam)

Undergraduate Theses from JHPTUMP / 2016-11-21 05:31:40
Oleh : Endar Puspawiningtiyas, ST., MT Tumisem, S.Pd., M.Si, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (digilib@ump.ac.id)
Dibuat : 2012-08-07, dengan file

Keyword : analisis morfologi, kadar logam, crustacea, akumulasi, cara mudah mengenali

Penelitian tentang Analisis Morfologi dan Kadar Logam Pada Crustacea (Cara Mudah Mengenali Crustacea yang Terakumulasi Logam) dilakukan untuk: mengidentifikasi jenis udang dari sungai Donan, menganalisis secara morfologi terkait dengan kadar logam dalam tubuhnya, analisis kadar Cu, Pb, Cd pada masing-masing jenis udang yang teridentifikasi dan sosialisasi pada masyarakat sekitar terkait dengan pencemaran lingkungan perairan melalui pendekatan partisipasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis laboratorium dan pembelajaran masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis laboratorium dan analisis morfologi terhadap jenis-jenis udang. Dari hasil analisis disimpulkan: Crustacea dari kategori udang asal sungai Donan pada musim ngember terdiri atas enam jenis udang yaitu udang Tepus, Pletok, Jahe, Peci, Sikat, dan Wuku. Warna tubuh udang yang berasal dari lokasi sekitar tailing semen dan pertamina berwarna lebih gelap (kehitaman atau hitam kemerahan). Warna tubuh udang yang berasal dari lokasi sekitar hutan bakau adalah cerah dan segar (warna lebih kelihatan bening). Dari hasil analisis kadar Cd dan Pb tidak terdeteksi, sedangkan kadar Cu terdeteksi dengan kadar melebihi baku mutu kesehatan. Jenis udang dari lokasi sekitar tailing semen dan Pertamina yang mengandung kadar Cu paling besar adalah udang Pletok, udang Wuku dan Tepus. Jenis udang Pletok dan Wuku jarang dikonsumsi karena hasil tangkapan jenis udang ini cukup sedikit, sedangkan udang Tepus merupakan udang komoditas ekspor dengan nilai jual paling tinggi. Jenis udang dari sekitar hutan bakau yang paling banyak mengandung kadar Cu adalah udang Pletok, Wuku dan Sikat. Rata-rata kadar Cu pada keenam udang tersebut sebesar 66.256 ppm per 1000 gram udang kering. Dari hasil analisis statistik menunjukkan semua jenis udang sesuai standar kesehatan tidak layak konsumsi. Hal ini disebabkan kadar Cu dalam tubuh masing-masing udang telah melebihi batas baku mutu lingkungan yaitu 0,1 ppm. Sosialisasikan melalui pembelajaran lingkungan pendekatan partisipatori terhadap masyarakat baik konsumen maupun nelayan, sebagai tindakan pendidikan masyarakat umum tentang sebab dan akibat penceramaran dan konservasi hutan bakau.

Deskripsi Alternatif :

Penelitian tentang Analisis Morfologi dan Kadar Logam Pada Crustacea (Cara Mudah Mengenali Crustacea yang Terakumulasi Logam) dilakukan untuk: mengidentifikasi jenis udang dari sungai Donan, menganalisis secara morfologi terkait dengan kadar logam dalam tubuhnya, analisis kadar Cu, Pb, Cd pada masing-masing jenis udang yang teridentifikasi dan sosialisasi pada masyarakat sekitar terkait dengan pencemaran lingkungan perairan melalui pendekatan partisipasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis laboratorium dan pembelajaran masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis laboratorium dan analisis morfologi terhadap jenis-jenis udang. Dari hasil analisis disimpulkan: Crustacea dari kategori udang asal sungai Donan pada musim ngember terdiri atas enam jenis udang yaitu udang Tepus, Pletok, Jahe, Peci, Sikat, dan Wuku. Warna tubuh udang yang berasal dari lokasi sekitar tailing semen dan pertamina berwarna lebih gelap (kehitaman atau hitam kemerahan). Warna tubuh udang yang berasal dari lokasi sekitar hutan bakau adalah cerah dan segar (warna lebih kelihatan bening). Dari hasil analisis kadar Cd dan Pb tidak terdeteksi, sedangkan kadar Cu terdeteksi dengan kadar melebihi baku mutu kesehatan. Jenis udang dari lokasi sekitar tailing semen dan Pertamina yang mengandung kadar Cu paling besar adalah udang Pletok, udang Wuku dan Tepus. Jenis udang Pletok dan Wuku jarang dikonsumsi karena hasil tangkapan jenis udang ini cukup sedikit, sedangkan udang Tepus merupakan udang komoditas ekspor dengan nilai jual paling tinggi. Jenis udang dari sekitar hutan bakau yang paling banyak mengandung kadar Cu adalah udang Pletok, Wuku dan Sikat. Rata-rata kadar Cu pada keenam udang tersebut sebesar 66.256 ppm per 1000 gram udang kering. Dari hasil analisis statistik menunjukkan semua jenis udang sesuai standar kesehatan tidak layak konsumsi. Hal ini disebabkan kadar Cu dalam tubuh masing-masing udang telah melebihi batas baku mutu lingkungan yaitu 0,1 ppm. Sosialisasikan melalui pembelajaran lingkungan pendekatan partisipatori terhadap masyarakat baik konsumen maupun nelayan, sebagai tindakan pendidikan masyarakat umum tentang sebab dan akibat penceramaran dan konservasi hutan bakau.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by UMP Digital Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJHPTUMP
OrganisasiU
Nama Kontakdigilibump
AlamatJln. Raya Dukuhwaluh
KotaBanyumas
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon(0281) 636751, 630463, 634424
Fax(0281) 637239
E-mail Administratordigilib@ump.ac.id
E-mail CKOdigilib@ump.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah


    Penelitian Nomor: 005/SP2H/PP/DP2M/III/2007, tangal 29 Maret 2007
    , Editor: digilib@ump.ac.id@jhptump