Path: TopSupplementary FilePROSIDING

Model Pendidikan Lingkungan Terpadu di Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Environmental Literacy

Proceeding from JHPTUMP / 2016-11-21 05:45:26
Oleh : Tumisem, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (digilib@ump.ac.id)
Dibuat : 2012-08-07, dengan file

Keyword : Enviromental literacy, Model, Lingkungan, Terpadu, Ekstrakurikuler

Saat ini pengelolaan lingkungan yang diterapkan pemerintah dengan undang-undang pidana terberat tidak mampu mengurangi kerusakan hutan bakau di Kabupaten Cilacap. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih rendah. Oleh karena itu dikembangkan environmental litracy dan tindakan konservasi melalui pendidikan lingkungan terpadu di sekolah. Agar pendidikan lingkungan terpadu berjalan kontinu, maka kegiatannya dilakukan melalui pendidikan yang melekat dengan pendidikan formal. Penelitian ini diawali dengan mengembangkan materi pendidikan berbasis lingkungan sekitar, dilanjutkan dengan integrasi materi ke dalam semua bidang studi di sekolah. Tujuan meningkatkan environmental literacy pada siswa SD dengan kegiatan yang menyenangkan dan menarik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development. Teknik evaluasi dilakukan secara eksternal dan internal. Secara eksternal, evaluasi dilakukan oleh Dinas Perhutani dan Lingkungan Hidup Kabupaten, serta Ketua Gugus Kepramukaan di tingkat Kecamatan berkolaborasi dengan para pakar lingkungan. Secara internal, evaluasi dilakukan oleh Kepala Sekolah berserta para guru. Hasil analisis gain menunjukkan pengetahuan dan pemahaman siswa meningkat sebesar 56.02% dan perubahan sikap siswa terhadap lingkungan sebesar 45.71%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pendidikan lingkungan terpadu di SD melalui kegiatan esktrakurikuler dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan sikap siswa (Environmental literacy).

Deskripsi Alternatif :

Saat ini pengelolaan lingkungan yang diterapkan pemerintah dengan undang-undang pidana terberat tidak mampu mengurangi kerusakan hutan bakau di Kabupaten Cilacap. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih rendah. Oleh karena itu dikembangkan environmental litracy dan tindakan konservasi melalui pendidikan lingkungan terpadu di sekolah. Agar pendidikan lingkungan terpadu berjalan kontinu, maka kegiatannya dilakukan melalui pendidikan yang melekat dengan pendidikan formal. Penelitian ini diawali dengan mengembangkan materi pendidikan berbasis lingkungan sekitar, dilanjutkan dengan integrasi materi ke dalam semua bidang studi di sekolah. Tujuan meningkatkan environmental literacy pada siswa SD dengan kegiatan yang menyenangkan dan menarik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development. Teknik evaluasi dilakukan secara eksternal dan internal. Secara eksternal, evaluasi dilakukan oleh Dinas Perhutani dan Lingkungan Hidup Kabupaten, serta Ketua Gugus Kepramukaan di tingkat Kecamatan berkolaborasi dengan para pakar lingkungan. Secara internal, evaluasi dilakukan oleh Kepala Sekolah berserta para guru. Hasil analisis gain menunjukkan pengetahuan dan pemahaman siswa meningkat sebesar 56.02% dan perubahan sikap siswa terhadap lingkungan sebesar 45.71%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pendidikan lingkungan terpadu di SD melalui kegiatan esktrakurikuler dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan sikap siswa (Environmental literacy).

Copyrights : Copyright (c) 2001 by UMP Digital Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJHPTUMP
OrganisasiU
Nama Kontakdigilibump
AlamatJln. Raya Dukuhwaluh
KotaBanyumas
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon(0281) 636751, 630463, 634424
Fax(0281) 637239
E-mail Administratordigilib@ump.ac.id
E-mail CKOdigilib@ump.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: digilib@ump.ac.id@jhptump