Path: TopProsiding Seminar NasionalSENATEKSENATEK 2017TEKNIK SIPIL

EVALUASI POTENSI AIR SUMUR GALI DAN UPAYA PENINGKATAN KUALITAS AIR DI SUMBERSARI, PURWODADI, PURWOREJO

Proceeding from jhptump / 2018-02-06 11:20:48
Oleh : Ahmad Mashadi, Muhammad Amin, Anis Rakhmawati, Bambang Surendro, Asri, Universitas Tidar (muhammadamin@untidar.ac.id)
Dibuat : 2017-11-01, dengan file

Keyword : Air, Aerasi, Filtrasi, Besi (Fe), Nitrit (NO2), Derajat keasaman (pH)

Air merupakan kebutuhan yang sangat vital. Berdasarkan hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa air dari Sumbersari, Purwodadi, Purworejo mengandung kadar besi (Fe), tingkat keasaman (pH), dan kadar nitrit (NO2) yang tidak sesuai dengan persyaratan air bersih sesuai dengan PERMENKES No. 416 Tahun 1990.




Aerasi adalah proses mengkontakkan air dengan oksigen, penelitian ini waktu aerasi 5, 10, 15 menit. Filtrasi merupakan proses dimana air dibersihkan dengan melewatkan melalui bahan (media) yang berpori, penelitian ini variasi filter yaitu filter 1 (F1) , filter 2 (F2) dan filter 3 (F3) dengan bahan filtrasi pasir, kerbon aktif, kerikil, dan zeolite yang memiliki ketebalan bervariasi. Pengambilan sampel dari sumur di rumah Ibu Kustari Dudhuhan, Sumbersari, Purwodadi, Purworejo dan untuk pemerikasaan kadar air di Laboratorium Fakultas Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan, Universitas Gadjah Mada.




Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar besi (Fe) optimal pada variasi F1 dan varisi F2, efisiensinya 91,09%. Peningkatan derajat keasaman (pH) optimal pada variasi F3, efisiensinya 24.08%. Penurunan kadar nitrit (NO2) optimal pada variasi F3, efisiensinya 31,18%. Adanya perbedaan lama aerasi yang digunakan serta perbedaan jenis bahan filtrasi berpengaruh pada penurunan kadar besi (Fe), peningkatan derajat keasaman (pH), dan penurunan kadar nitrit (NO2).

Deskripsi Alternatif :

Air merupakan kebutuhan yang sangat vital. Berdasarkan hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa air dari Sumbersari, Purwodadi, Purworejo mengandung kadar besi (Fe), tingkat keasaman (pH), dan kadar nitrit (NO2) yang tidak sesuai dengan persyaratan air bersih sesuai dengan PERMENKES No. 416 Tahun 1990.




Aerasi adalah proses mengkontakkan air dengan oksigen, penelitian ini waktu aerasi 5, 10, 15 menit. Filtrasi merupakan proses dimana air dibersihkan dengan melewatkan melalui bahan (media) yang berpori, penelitian ini variasi filter yaitu filter 1 (F1) , filter 2 (F2) dan filter 3 (F3) dengan bahan filtrasi pasir, kerbon aktif, kerikil, dan zeolite yang memiliki ketebalan bervariasi. Pengambilan sampel dari sumur di rumah Ibu Kustari Dudhuhan, Sumbersari, Purwodadi, Purworejo dan untuk pemerikasaan kadar air di Laboratorium Fakultas Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan, Universitas Gadjah Mada.




Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar besi (Fe) optimal pada variasi F1 dan varisi F2, efisiensinya 91,09%. Peningkatan derajat keasaman (pH) optimal pada variasi F3, efisiensinya 24.08%. Penurunan kadar nitrit (NO2) optimal pada variasi F3, efisiensinya 31,18%. Adanya perbedaan lama aerasi yang digunakan serta perbedaan jenis bahan filtrasi berpengaruh pada penurunan kadar besi (Fe), peningkatan derajat keasaman (pH), dan penurunan kadar nitrit (NO2).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjhptump
OrganisasiU
Nama Kontakdigilibump
AlamatJln. Raya Dukuhwaluh
KotaBanyumas
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon(0281) 636751, 630463, 634424
Fax(0281) 637239
E-mail Administratordigilib@ump.ac.id
E-mail CKOdigilib@ump.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor: