Path: TopArtikel Prosiding Seminar

PENGARUH PEMBERIAN AGENS HAYATI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT KARAT BEBERAPA VARIETAS KEDELAI HITAM

The Effect of Biological Agents Treatment to The Intensity of Rust Disease of Black Soybean Varieties

Journal from jhptump / 2017-11-29 12:00:06
Oleh : Gayuh Prasetyo Budi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (gayuhprasetyobudi@yahoo.com)
Dibuat : 2017-10-31, dengan 1 file

Keyword : Black soybean, rust disease, biological agents

Kedelai hitam (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman pangan penting


dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kebutuhan komoditi ini semakin


meningkat. Kebutuhan kedelai nasional pada tahun 2015 mencapai 2,6 juta ton


namun produksi dalam negeri hanya 982.967 ton. Salah satu hambatan peningkatan produksi kedelai hitam adalah penyakit karat yang disebabkan oleh Phakopsora pachyrhizi. Kerentanan kedelai hitam terhadap karat menjadikan petani sering menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikannya. Alternatif pengendalian karat daun yang ramah lingkungan yaitu melalui pemilihan varietas yang lebih tahan karat dan pengaplikasian agens hayati Corynebacterium dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian dilakukan di lahan endemik penyakit karat, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap 2 faktor. Faktor 1 varietas kedelai hitam terdiri atas : Detam 1, Detam 3, Detam 4 dan Faktor 2 agens hayati terdiri atas : kontrol, Corynebacterium dan PGPR dengan ulangan 3 kali.


Hasil penelitian menunjukkan varietas Detam 1 menghasikan biji paling berat : 6,86 g/tanaman. Pemberian Corynebacterium dan PGPR dapat menurunkan secara nyata intensitas penyakit karat kedelai dibandingkan kontrol. Intensitas penyakit karat pada pemberian Corynebacterium (11,7%), pemberian PGPR (8,9%), kontrol (33,9%). Kedua faktor perlakuan varietas kedelai dan pemberian agens hayati tidak menunjukkan adanya interaksi pada semua variabel yang diamati.

Deskripsi Alternatif :

Black soybean (G. max (L.) Merr.) is an important food crop and has a high nutritional content. Demand for this commodity is increasing. National soybean demand in 2015 about 2.6 million tons but domestic production only 982,967 tons.


One of the obstacles to increasing black soybean production is rust disease caused by P. pachyrhizi. The susceptibility of black soybean to rust makes the farmers often use chemical pesticides to control it. Alternative control of rust leaves that suitable for the environment is through the selection of more resistant varieties of rust and the application of biological agents of orynebacterium and Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). The research was conducted in endemic area of rust disease, using Complete Randomized Design 2 factors. Factor 1 varieties of


black soybeans consists of V1: Detam 1, V2: Detam 3, V3: Detam 4 and Factor 2 biological agents consist of : control, Corynebacterium and PGPR with 3 replications. The results showed that Detam 1 varieties produced the heaviest


seeds: 6.86 g / plant. Corynebacterium and PGPR treatment can significantly reduce the intensity of soybean rust disease compared to controls. The intensity of rust disease in Corynebacterium (11.7%), PGPR (8.9%), control (33.9%). Both soybean varieties and biological agents showed no interaction in all observed variables.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjhptump
OrganisasiUniversitas Muhammadiyah Purwokerto
Nama Kontakdigilibump
AlamatJln. Raya Dukuhwaluh
KotaBanyumas
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon(0281) 636751, 630463, 634424
Fax(0281) 637239
E-mail Administratordigilib@ump.ac.id
E-mail CKOdigilib@ump.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Kongres dan Seminar Nasional Perhimpunan Fitopatologi Indonesia ke XXIV, Editor:

Download...