Path: TopSupplementary FileLAPORAN HASIL PENELITIAN

PENGEMBANGAN PROTOKOL EMBRYO SPLITTING GUNA MENDUKUNG PRODUKSI BIBIT KELAPA KOPYOR SECARA IN VITRO

Research Report from JHPTUMP / 2016-11-21 05:31:40
Oleh : Sisunandar, Aman Suyadi, Arief Husin, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Dibuat : 2016-05-30, dengan 1 file

Keyword : Embryo splitting; Keanekaragaman genetika; Kelapa kopyor; Uji sitologi dan Biokimia, Uji molekuler

Kelapa kopyor bernilai ekonomi tinggi dan perlu program pembudidayaan secara intensif. Namun, program tersebut mengalami kendala karena pembibitan secara alami tidak dapat dilakukan dan belum dimiliki pohon kelapa kopyor true-to-type yang mampu menghasilkan 100 % buah kopyor. Satu-satunya alternatif untuk memecahkan permasalah tersebut adalah dengan menggunakan kultur embryo, namun teknik ini memiliki kelemahan utama yaitu hanya satu tanaman yang dihasilkan dari satu butir kelapa dan teknik aklimatisasi yang memiliki tingkat keberhasilan yang rendah (kurang dari 20 %). Kendala-kendala tersebut berhasil diatasi pada penelitian hibah bersaing tahun pertama dan kedua. Jumlah bibit yang dihasilkan berhasil digandakan melalui teknik embryo splitting sedangkan tingkat keberhasilan aklimatisasi berhasil ditingkatkan hingga sekitar 90 % dengan menggunakan mini growth chamber.



Namun demikian, analisis komprehensif tentang faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan aklimatisasi belum pernah dilakukan. Disamping itu keanekaragaman bibit kelapa kopyor yang dihasilkan melalui kultur jaringan juga belum pernah dilaporkan, sehingga pada penelitian tahun ketiga ini bertujuan untuk dilakukan analisis komprehensif berupa analisis morfologi, biokimia, anatomi dan sitologi serta molekuler terhadap bibit kelapa kopyor yang dihasilkan melalaui kultur jaringan berumur 6 bulan sesudah aklimatisasi dibandingkan dengan bibit kelapa normal yang dihasilkan melalui pembibitan secara alami.



Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daun kelapa kopyor berumur 6 bulan sesudah aklimatisasi berbeda secara signifikan dengan daun kelapa berumur 6 bulan dari bibit hasil perkecambahan secara alami dalam daun yang lebih tipis, parenkim palisade dan jaringan spon yang lebih tipis, namun tidak berbeda secara signifikan dalam hal epidermis atas dan tebal epidermis bawah.Tidak adanya perbedaan yang signifikan antara daun yang diisolasi dari bibit kelapa kopyor berumur 6 bulan sesudah aklimatisasi dibandingkan dengan bibit yang diperoleh dari pembibitan secara alami dalam hal jumlah stomata baik di permukaan bawah daun maupun permukaan atas daun, serta jumlah stomata yang menutup di malam hari dan jumlah stomata yang menutup di siang hari. Bibit hasil kultur jaringan yang telah diaklimatisasikan selama 6 bulan masih memiliki lapisan epikutikular yang lebih tipis dibandingkan dengan lapisan epikutikular pada daun dari bibit kelapa normal yang diperoleh dari pembibitan secara alami. Kadar klorofil yang diisolasi dari daun kelapa kopyor yang kultur jaringan dibandingkan dengan kelapa normal hasil pembibitan secara alami baik klorofil a maupun klorofil b. hasil analisis molekuler dengan menggunakan 12 primer mikrosatelit menunjukkan adanya keragaman genetika yang cukup besar di antara kelapa kopyor dan kelapa normal yang digunakan. Di samping itu primer CnCir A3 dapat diharapkan menjadi primer penanda yang dapat digunakan untuk deteksi dini untuk membedakan bibit kelapa kopyor dengan bibit kelapa normal lebih awal.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJHPTUMP
OrganisasiU
Nama Kontakdigilibump
AlamatJln. Raya Dukuhwaluh
KotaBanyumas
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon(0281) 636751, 630463, 634424
Fax(0281) 637239
E-mail Administratordigilib@ump.ac.id
E-mail CKOdigilib@ump.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: digilib@ump.ac.id@jhptump

Download...